TPS Sudah Ada, Pengangkutan Rutin: Stop Buang Sampah ke Sungai, Warga Sungai Bakung!
- Jul 13, 2026
- Drs.Jamhuri,HJ
Fasilitas TPS Sudah Tersedia, Mengapa Sebagian Warga Sungai Bakung Masih Memilih Mencemari Sungai?
SUNGAI BAKUNG — Kebiasaan buruk membuang sampah langsung ke bawah rumah panggung atau ke aliran air masih menjadi rapor merah bagi sebagian warga di kawasan Desa Sungai Bakung. Padahal, pihak pemerintah desa dan instansi terkait telah memfasilitasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang layak, serta menyediakan layanan pengangkutan sampah rutin setiap hari Selasa.
Pemandangan kantong plastik berisi limbah rumah tangga yang dilempar begitu saja melalui jendela rumah panggung kini kian meresahkan. Selain merusak estetika lingkungan pemukiman rawa yang khas, tindakan tidak bertanggung jawab ini memicu pendangkalan sungai, bau menyengat, serta menjadi sarang penyakit yang mengancam kesehatan anak-cucu kita sendiri.
Ketua RT/Aparat Desa setempat menyayangkan sikap acuh tak acuh ini. "Fasilitas pengangkutan sampah setiap hari Selasa sengaja disediakan agar warga tidak perlu repot. Cukup kumpulkan sampah di wadah yang benar, petugas akan mengangkutnya. Membuang sampah lewat jendela adalah bentuk kemunduran perilaku," ujarnya tegas.
HIMBAUAN KEPADA SELURUH WARGA DESA SUNGAI BAKUNG
Menyikapi hal tersebut, pihak desa mengeluarkan instruksi dan himbauan keras:
-
STOP MEMBUANG SAMPAH LEWAT JENDELA: Rumah panggung di atas Sungai adalah warisan budaya kita, bukan tempat pembuangan akhir. Bersihkan bagian bawah rumah Anda dari tumpukan sampah.
-
MANFAATKAN LAYANAN HARI SELASA: Kumpulkan sampah rumah tangga Anda dalam kondisi terikat rapi, dan pastikan sudah siap di titik angkut setiap hari Selasa pagi.
-
BUANG KE TPS YANG DISEDIAKAN: Jika memiliki sampah dalam volume besar di luar hari Selasa, warga diwajibkan mengantarnya langsung ke TPS resmi desa, bukan melemparkannya ke sungai atau rawa.
Bagi warga yang masih kedapatan membuang sampah sembarangan secara sengaja, pihak berwenang desa tidak akan segan-segan memberikan sanksi sosial hingga teguran tertulis.
Mari saling mengingatkan tetangga kanan dan kiri. Menjaga kebersihan Sungai Bakung bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab moral setiap jiwa yang tinggal di atasnya. Sungai adalah sumber kehidupan, bukan tempat sampah raksasa!